Sebelum aku menikah, hanya ada satu wanita paling hebat yang pernah aku kenal dalam hidupku, yaitu Mamaku. Soal kenapa Mamaku kuanggap hebat, akan aku bahas dalam tulisan lain soalnya bakal panjang lebar kisahnya.
Setelah aku menikah dan sebentar lagi punya anak, muncul satu lagi wanita hebat dalam hidupku. Tak lain tak bukan orangnya adalah istriku, Ondang. Kisah kehebatan Ondang yang akan aku ceritakan di bagian pertama ini karena masih ’hangat’ dengan pencapaiannya hari ini. Pagi ini (25 April 2008) Ondang lulus di depan para dosen penguji terhadap tesisnya sebagai syarat penyelesaian program magister akuntansi di UI.
Kok hebat ? Biasa aja khan…ratusan bahkan ribuan orang lain sudah melakukannya…
Begini kehebatannya dari sudut pandangku. Menurutku pencapaian Ondang sangat hebat karena dia melakukannya dengan kondisi sedang hamil 8 bulan!! Sebagai orang yang setiap hari bersamanya, aku tahu persis kesakitan dan masalah-masalah fisik maupun psikis yang dia alami sejak awal kehamilannya. Ini kehamilannya yang pertama, dan semua masalah ini jelas sesuatu yang baru buatnya. Wajar kalau dia dipenuhi rasa khawatir dan ketidaktahuan.
Semakin tua usia kehamilannya, berbagai masalah dan rasa sakit yang dia alami semakin banyak. Mulai dari kaki yang membengkak, pinggang yang sakit, nafas yang sesak, cepat lelah, perutnya yang sakit saat si bayi menendang-nendang, susah tidur, gelisah, gatal di sana sini, mual, sesak nafas, dan sebagainya. Belum lagi asma yang dimilikinya sesekali menyerang kalau dia kena pilek. Dia juga harus menanggung rasa kesepian dan bosan sendirian di rumah saat aku bekerja dari pagi sampai malam hari baru pulang. Secara psikis dia juga terbebani ketakutan soal melahirkan karena cerita teman-temannya melulu soal sakitnya melahirkan.
Tapi di atas semuanya itu, sejak Oktober 2007 dia giat mengerjakan tesisnya. Dengan menenteng tas laptop di bahu dan tas berat berisi buku-buku tebal dia puntang-panting antara ke kampusnya di Salemba dan ke perusahaan subject tesisnya di daerah Sudirman. Naik taksi sendirian ke Salemba lalu sorenya kembali ke kantorku di Menara Batavia untuk bersama-sama menempuh perjalanan panjang, macet dan melelahkan ke rumah kami di Depok.
Sudah sesibuk begitu, pagi-pagi subuh dia masih menyempatkan diri bangun untuk membuat sarapanku dan memasakkan makan siang yang akan aku bawa ke kantor. Terkadang saking lelahnya, dia ketiduran di pagi hari dan gak sempat siapin sarapan atau makan siangku, dan dia akan berulang-ulang minta maaf karena ini. Padahal aku sendiri sangat mengerti kalau dia kelelahan dan memang sering sengaja tidak membangunkannya di subuh hari. Meskipun aku senang sekali makan masakannya, tetapi aku lebih senang melihatnya tidur untuk memulihkan kelelahan dan jam-jam tidurnya yang hilang karena masalah susah tidur yang dialaminya sejak kehamilannya.
Semua itu menurutku hebat sekali. Aku bayangkan jika aku yang menjadi dirinya, dengan kehamilan plus semua kesakitan dan masalah itu, aku yakin aku tidak akan sanggup melakukan semua itu termasuk menyelesaikan tesisku.
Jadi…tidak ada lagi yang bisa aku katakan selain : Selamat ya Dek…kau hebat sekaliJ I love you J …Juga, I love you adek bayi J Tumbuh yang sehat dan sempurna ya Nak, Papa dan Mama sudah tidak sabar menunggumu hadir ke dunia…

11 tanggapan so far ↓
Mas Kopdang // April 28, 2008 pada 2:44 am
perempuan memang hebat, Mas…
saya juga pernah nulis ini:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/03/18/ibun-ciprut-kopidangdut/
erwinbaja // April 28, 2008 pada 6:21 am
Benar sekali Mas..
Saya setuju 1000% dengan Anda
Salam buat keluarga ya..tadi saya sempat liat tulisan Mas di atas.
Jangan ragu-ragu share tips jadi suami siaga ya…
HILMAN // April 28, 2008 pada 7:22 am
betapa bangganya yah istrimu kang punya suami seperti mu karena sajunganmu itu…!!
chic // April 28, 2008 pada 7:34 am
aaaah saya iri… thesis saya masih terbengkalai.. huhuhu
salam dan selamat buat istrinya ya Mas..
*jangan-jangan ntar melahirkannya bareng.. hehehe umur kehamilannya sama euy*
erwinbaja // April 28, 2008 pada 8:09 am
@ HILMAN,
Dia sih tanggapannya bukan bangga Mas, katanya malah bikin mewek..jadi terharu katanya..hehehe
@ Chic
Tapi kata orang-orang tua, anak pertama biasanya lebih cepat, jadi kita siap2 juga kalo sampe lahiran di awal Juni.
Pasti bisa…
Wah, bisa jadi sama tuh…prediksinya sih kalo engga pertengahan Juni ya akhir Juni
Thanks atas ucapan selamatnya ya Mbak..hayo, tetap semangat ngerjain tesisnya
Buat berdua (HILMAN dan Chic), terima kasih sudah berkunjung ya
Rita NI // Mei 8, 2008 pada 11:13 am
Selamat mba Ondang atas kelulusannya…
Semoga sang bayi lahir gengan selamat, tak kurang suatu apapun, mamanya jga sehat dan diberi kekuatan…..
Selamat mas, memdapatkan istri yang Alhamdulillah baik, amanah…amien…
salam kenal ya….
erwinbaja // Mei 8, 2008 pada 3:20 pm
Salam kenal juga Mbak Rita…
Makasih atas doanya ya…mungkin pertengahan bulan Juni 2008 istri saya melahirkan.
Istri yang baik & amanah, salah satu dari sekian banyak anugerah dari Yang Maha Kuasa
Rafki RS // Mei 10, 2008 pada 2:27 am
Saya jadi ragu nih. Kuatan mana laki-laki apa perempuan? Kalau laki-laki yang diberi beban seperti istrinya Mas Erwin ini, belum tentu sanggup. :smile. Salam kenal Mas Erwin.
erwinbaja // Mei 11, 2008 pada 4:52 pm
Salam kenal juga Mas Rafki
Oh, jadi ragu nih?..hehe
Noelle Glennon // Mei 17, 2008 pada 9:33 am
Hehehe.. emang, wanita itu hebat kalee pun Ito. Buktinya Mama-En kita, kebayang gak seh dia bawa2 kandungannya selama 9 bulan untuk 8 orang anaknya. Amazing!! Udah gitu ngelahirin 8 kali, kebayang gak sih Beliau harus merasakan sakit yang tak terlukiskan. Benarlah kata pepatah, bahwa surga ada di telapak kaki Ibu. So, Ito hormati dan sayangilah Edaku or sohibku
p
BTW, Mas Kopdang yang ngasih komen di atas adalah temanku di FH UGM dulu, nama aslinya Rio Wardhanu. Ternyata dunia sempit ya…. Hehehe.. kalian2 ini adalah contoh suami siaga. Moga2 ntar calon suamiku ini juga seperti kalian. Hehehe
Regards,
Noelle
erwinbaja // Mei 18, 2008 pada 3:28 am
Wah..wah..siapa sangka kalo Mas Kopdang itu kawanmu ya
Orang bule kayaknya engga tau apa itu suami siaga :p ..haha