Masukan dari Juni 2008

Tanggal 14 Juni 2008, pukul 08.10, bayi kecil kami, anak pertama kami, Adek bayi, akhirnya lahir ke dunia.. J Penantian panjang selama lebih dari 9 bulan akhirnya berakhir. Melalui proses bedah cesar, seorang bayi perempuan lahir ke dunia, beratnya 2850 gr, panjangnya 48 cm. Kami beri nama si cantik ini : Felicia Gabe Geraldine. Felicia nama dari Papa Mamanya, Gabe dari Bapakku (almarhum) dan Mama di Siantar, Geraldine dari Bapak / Mama mertuaku. Panggilannya : ‘Feli’.
Sekarang aku tahu kenapa semua orang tua selalu menganggap putra/i-nya lah yang tertampan / tercantik di dunia. Aku dan istriku sekarang tahu rasanya, buat kami dialah bayi tercantik di dunia, bahkan di alam semesta..hehehe (lagi…)
Kategori: Personal matters
Ditandai: adek bayi, anakku, baby, bayi, Felicia, lahir
Dalam bahasa ISO 9001:2000, Top Management adalah seorang atau sekumpulan orang yang memimpin organisasi dan berada pada posisi tertinggi di dalam struktur organisasi. Dari definisi ini saja, sudah terbayangkan bahwa melakukan audit QMS ke Top Management akan membawa beban mental tersendiri bukan saja buat internal auditor, tetapi juga buat external auditor. (lagi…)
Kategori: All about QMS
Ditandai: Audit, Auditing, IAF, ISO, ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Mutu, Top Management
Kemarin (5 Jun 2008), blog ini mencapai milestone kedua yaitu hit ke 1000
Milestone kedua ini dicapai kira-kira 1 bulan 13 hari sejak milestone pertama (hit ke 100). Gak terlalu impressive sih, tapi aku sudah senang banget dengan progress ini
Terima kasih buat semua yang sudah pernah berkunjung ke blog ini. Ditunggu kunjungan2 berikutnya dan jangan lupa ajak2 yang lain ya..hehe
Yuk..sekarang menuju milestone ke-3 (hit ke -10.000)…
Met akhir pekan semuanya …
Kategori: Lain-lain
Ditandai: 1000 hit, milestone
Aku tidak pernah berhenti bersyukur atas fakta bahwa Tuhan sudah memakai tangan pamanku (sebagai orang Batak aku panggil beliau Bapatua, suami dari Kakak Ibuku) untuk membantu aku meneruskan sekolah dan pada akhirnya bisa menyekolahkan adik-adikku juga.
Nama beliau selalu aku ingat dengan penuh hormat dan terima kasih, Daniel Situngkir. Ya, beliau ini yang berinisiatif menyekolahkan aku saat memasuki jenjang perkuliahan hingga lulus. Inisiatif yang tidak mungkin dilakukan tanpa landasan kasih. Saudara-saudaraku dari pihak Ibu banyak yang jauh lebih kaya, tapi tidak ada yang punya inisiatif seperti yang dilakukan Bapatua. Terhadap keadaan keluarga kami yang sering ‘kembang kempis’ dan tidak akan mampu menyekolahkan anak ke jenjang kuliah, mereka semua cenderung bersikap menyalahkan… menyalahkan kenapa Ibuku menikah terlalu cepat (melangkahi semua Kakak2 dan Abang2nya, padahal Ibuku anak bungsu), menyalahkan kenapa Bapakku tidak punya pekerjaan tetap, menyalahkan kenapa punya banyak anak (kami delapan bersaudara dan aku adalah anak sulung) dan sebagainya. Aku juga tidak bisa berharap banyak kepada saudara-saudara dari pihak Bapakku, keadaan mereka juga tidak kaya-kaya amat dan mungkin sulit buat menyisihkan uang untuk membayari kuliahku. (lagi…)
Kategori: Personal matters
Ditandai: Bapatua, kemiskinan, kuliah, madesu, pendidikan, sekolah