Bekerja di negeri orang.. (bagian keempat dan terakhir)

Saat sedang di puncak karir di Volex, adik saya yang nomer 4 (Ferdinand), lulus SMA dan memutuskan berangkat ke Yogya buat menempuh kuliah. Berarti sudah tiga orang adik saya yang berada di pulau Jawa. Yang nomer dua menempuh kuliah di UGM, yang nomer tiga menempuh kuliah di IPB, dan sekarang Ferdinand juga ikut ke Yogya. Dengan Ferdinand siap masuk kuliah, mau engga mau budget expense bulanan saya tentu bertambah lagi sekitar 30%. Beda umur saya dengan adik yang nomer dua sekitar 4 tahun, jadi saat di tahun 2002 itu Ferdinand masuk kuliah, adik saya yang nomer dua masih belum bekerja. Otomatis masih saya sendiri yang sudah produktif di keluarga kami buat sokong biaya sekolah sekeluarga (buat yang sedikit bingung, silahkan baca tulisan saya dengan judul “ Andai dulu tidak ada yang mau nyekolahin “).

 

Sebagaimana perusahaan manufacturing pada umumnya, tentu kenaikan gaji tahunan ada di average 15%, maksimal 20%. Jadi kalau mau kenaikan 30%, saya mau engga mau kembali  cari-cari kerjaan baru, plus dengan tambahan niat pindah ke Jakarta. Dengan berada di Jakarta, saya bisa lebih dekat dengan ketiga adik2 saya, sehingga kalau ada apa-apa saya bisa lebih gampang aksesnya.

 

Beruntung sekali salah seorang teman saya di Jakarta, tepatnya di perusahaan engineering (Ceria Worley), memberitahukan bahwa mereka sedang cari seorang Snr. QA Engineer. Saya memutuskan mengajukan lamaran dan setelah melalui proses seleksi dan interview, saya akhirnya diterima. Ini termasuk keberuntungan juga, soalnya saya sama sekali engga ada background oil and gas sebelumnya. Padahal perusahaan engineering oil and gas seperti Ceria Worley biasanya meminta persyaratan background experience sejenis. Untungnya, saya berhasil meyakinkan interviewer (termasuk GM) bahwa prinsip QA itu pada dasarnya sama. Selain itu, pengalaman saya (khususnya dengan embel-embel international) dalam proses sertifikasi ISO 9001:2000 menjadi nilai plus karena Ceria Worley sedang dalam proses upgrade sertifikasi ISO 9001 mereka dari versi 1994 ke versi 2000.

 

Dari segi posisi, mungkin ada kemunduran karena dari posisi Dept.Head saya kembali menjadi engineer. Tapi buat saya hal ini tidak masalah, karena selain saya punya kesempatan untuk bekerja di dunia yang baru buat saya yaitu engineering oil and gas , dari sisi penghasilan saya juga berhasil mendapatkan tambahan 30% (take home pay) seperti yang saya inginkan. Selain itu, target saya untuk pindah ke Jakarta juga tercapai.

 

Saya mengajukan surat resign ke Volex tidak berapa lama setelah selesainya seluruh proyek sertifikasi ISO. GM dan Direktur kaget dan berusaha merubah keputusan saya. Tapi saya selalu berprinsip bahwa sekali sudah memutuskan pindah dan berkomitment dengan calon employer baru, saya tidak akan pernah berubah pikiran. Saya harus respect terhadap komitment yang sudah saya ambil.

 

Sebelum pergi, saya sempat buat kuesioner dan bagi2kan ke anak2 buah buat diisi secara anonym. Dari feedback mereka saya sadar bahwa sebagai atasan saya ternyata masuk kategori ‘berhasil’ J Semua feedback mereka bilang ‘jangan pergi Pak; dan memberi rating tinggi untuk semua item penilaian. Beberapa malah sampai menangis saat ‘last day’ saya. Semua feedback mereka masih saya simpan sampai sekarang dan kepuasan professional yang saya rasakan tidak pernah saya lupakan.

 

Demikianlah, kira-kira bulan Oktober 2002 saya pindah ke Jakarta dan mulai bekerja di Ceria Worley. Dalam beberapa bulan berikutnya, saya berhasil membantu Ceria Worley untuk upgrade sertifikat ISO-nya ke versi 2000. Selama dalam proses, saya juga berhasil menambah kompetensi karena diikutkan pelatihan Lead Auditor oleh Ceria Worley.

 

Kebetulan yang mengaudit Ceria Worley saat itu adalah satu badan sertifikasi ternama, LRQA. Sejak lama saya sudah ada niat juga ingin jadi auditor external di badan sertifikasi. Kayaknya enak banget hidupnya, jalan-jalan melulu, dijamu klient dan sebagainya. Selain itu, kalau mau dapatkan registrasi internasional sebagai Lead Auditor Manajemen Mutu, jalan tercepat adalah dengan menjadi auditor external di badan sertifikasi.

Pucuk dicita ulam tiba, selama proses audit itu kelihatannya Lead Auditor LRQA tertarik dengan kemampuan saya. Salah satu alasannya katanya karena dia melihat saya fasih berdialog dengan expatriate, sementara klientnya LRQA Indonesia banyak perusahaan multinasional. Karenanya, kemampuan melakukan audit dalam B.Inggris sangat dibutuhkan. Tambahan plus lainnya, karena di CV saya LRQA melihat embel-embel ‘international experience’ . Benar khan kata saya di bagian ketiga dulu, bahwa embel-embel ini menjadi faktor penting dalam karir saya berikutnya.

 

Akhirnya, bulan Oktober 2003 saya ‘dibajak’ LRQA. Saya masih ingat waktu GM saya yang baik itu menanya apakah saya masih bisa berubah pikiran. Seperti biasa saya selalu bilang ‘Sorry, I have made up my mind’. Tapi pertanyaan berikutnya dari beliau yaitu ‘Will you consider to come back to this company once you have achieved your objective in LRQA?’ , saya jawab pasti dengan : YES.

 

Dari dulu memang saya selalu berprinsip menjaga hubungan baik dengan ex-employer. Tidak pernah sekalipun saya menjelek2kan employer saya sebelumnya. Malah kalau ada orang lain yang kebetulan butuh jasa /produk sejenis, saya suka merekomendasikan perusahaan sebelumnya. Misalnya kalau ada yang nanya IC assembly, saya pasti bilang AIT is the best. Kalau ada yang nanya badan sertifikasi, saya pasti bilang LRQA is the best meski saya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan2 itu.

 

Prinsip saya, sejelek2nya perusahaan tempat kita bekerja, ‘periuk nasi’ kita adalah dari perusahaan, dan perusahaan sudah berperan dalam menghidupi diri sendiri serta orang-orang yang kita kasihi. Jadi, kenapa harus menjelek2kan perusahaan? Pindah kerjapun saya tidak pernah dengan alasan ketidak puasan atas perusahaan sebelumnya.

 

Saya bekerja di LRQA kira-kira dari tahun 2003 sampai April 2006. Awalnya memang asyik banyak jalan2 keliling Indonesia plus dijamu client (sampai berat saya mencapai 102 kg, maklumlah saya ini doyan makan..hehe). Tapi lama-lama capek juga rasanya travelling dan menjalani kehidupan sebagai external auditor itu. Apalagi di tahun 2004, objective saya untuk menjadi international registered Lead Auditor (di IRCA) sudah tercapai. Sekaligus waktu itu saya menjadi Lead Auditor (IRCA registered) termuda di seluruh LRQA. Jika Lead Auditor LRQA lainnya pada umumnya berusia rata-rata di atas 30 tahun, saat saya mencapai itu usia saya baru 28 tahun. Setealh 3 tahun, saya sudah jadi capek, plus sudah ada niatan mau settle dan menikah. Kasihan khan istri saya nanti kalo sering ditinggal-tinggal J

 

Walhasil, saat di awal tahun 2006 saya diberitahu teman bahwa Ceria Worley (yang segera akan berubah nama menjadi WorleyParsons Indonesia – WPI) sedang cari Quality Manager, saya langsung bilang berminat. GM saya yang dulu nanya apakah saya mau kembali, langsung menelpon begitu dia tahu saya berminat. Tidak berapa lama, setelah lewat interview dengan Quality Director WorleyParsons (Worldwide), akhirnya saya dapat offer dari WPI dan akhirnya awal Mei 2006 saya pindah dari LRQA ke WPI.

 

Saat masuk WPI, saya menjadi Location Quality Manager termuda di seluruh Asia Australia. Saat itu usia saya sudah 30 tahun, tapi Location QM lainnya rata-rata sudah berusia 35 tahun ke atas. Kembali, ini kasus eksepsional juga yang saya percaya tidak akan tercapai kalau bukan karena campur tangan Yang Maha Kuasa. Soalnya, di industri oil and gas, biasanya persyaratan untuk jadi manager sangat spesifik dalam hal masa kerja (working experience). Umumnya harus minimal 10 tahun dibidang yang sama. Padahal, saat saya diterima jadi QM di WPI, total pengalaman kerja saya baru sekitar 7 tahun dan paling baru sekitar 2 tahun diantaranya yang dihabiskan di industri yang sama.  

 

Di WPI saya melihat kesempatan permanent assignment untuk Go International sangat terbuka. Apalagi di posisi saya, saya punya kesempatan untuk ‘teramati’ dan menjalin network dengan key positions di WorleyParsons Worldwide. Tambahan lagi, GM saya kemudian promosi menjadi Direktur Regional South East Asia. Tidak berapa lama, karena saya langsung terlibat dalam roll out management system baru di seluruh South East Asia, nama saya segera masuk radar orang-orang penting seperti Direktur Regional South East Asia (yang notabene sudah kenal saya lama dan malah yang merekrut saya jadi QM di WPI), Direktur HR Regional WP, Direktur Quality WP (Worldwide) plus Regional QM – SEA. Hal ini ternyata menjadi asset yang sangat menguntungkan saat saya berhasil membantu WPI mengimplementasikan system management yang baru, plus membantu Direktur Quality untuk roll out system serupa di Brunei Darussalam,

 

Akhirnya, pencapaian ini juga yang akhirnya membawa saya ke Kanada. Kebetulan system ini akan segera di roll out di Kanada. WorleyParsons di Kanada sangat besar, dengan jumlah total karyawan sekitar 9000an orang dan sekitar 10an kantor operasi yang tersebar di seluruh Kanada. Jadi, saat mereka ingin roll out system ini dan kebetulan Direktur Quality tahu bahwa saya berminat bekerja di luar negeri, kembali factor ‘pucuk dicita ulam tiba’ terjadi. Setelah melalui berbagai proses interview, akhirnya saya diberikan offer yang sesuai keinginan saya.

 

Dan inilah saya hari ini, mulai meniti jalan mencari nafkah di negeri orang. Saat melihat ke belakang terhadap lika liku karir saya, saya tidak pernah berhenti bersyukur atas semua yang sudah saya capai sejauh ini. Saya suka berpikir bahwa saya ini sering dapat keberuntungan sepanjang perjalanan karir saya. Tapi saya tahu bukan keberuntungan yang membawa saya mencapainya, tapi di atas semua itu adalah kerja keras dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan saya, plus tentu saja doa-doa kepada Tuhan (termasuk yang saya yakin disumbangkan pula oleh orang-orang yang saya kasihi).  

 

Sebagai penutup, saya kutip beberapa kata-kata indah yang saya temukan dalam Kitab Suci di agama saya dan yang selama ini menjadi pegangan saya : ‘jangan kuatir akan hidupmu’, ‘ lakukanlah segala sesuatu dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan’, dan yang terakhir ‘mintalah kepada Bapamu di Surga, maka akan diberikan kepadamu’. Inilah pegangan saya dalam menjalani hidup…

Demikian sekelumit penggalan kisah dari hidup saya…semoga sharing ini ada manfaatnya buat yang membaca dan sampai jumpa di kisah-kisah berikutnya…  J  

 

Iklan

20 responses to “Bekerja di negeri orang.. (bagian keempat dan terakhir)

  1. Luar biasa lae.

  2. Tuhan memang luar biasa , Lae 🙂
    Salam kenal ya…

  3. 2 bulan lalu anda menulis komentar di Superkoran. Lalu kita ada kontak. Kemudian saya berpergian selama beberapa minggu, sampai tiba tiba kemarin ingat. Cuma ada yang lupa, Lupa apa saya sudah minta ijin memuat seri anda ini.

    Pokoknya apa belum apa sudah, yah sekarang mnta ijin memuat tulisannya agar bisa memberi manfaat bagi pengunjung Superkoran (yang sekarang 8/8/08 sudah melewati 1,000,000)

    Bagian pertama sudah saya masukkan pagi ini, tinggal anda acc-kan.

    selamat atas suskesnya!

  4. Halo Pak,
    Waktu itu juga sudah saya kasih ijin kok 🙂
    Lagipula, saya yang merasa terhormat tulisan saya bisa muncul di superkoran..

    Terima kasih Pak …salam dari jauh 🙂

  5. Cerita yang menarik, kalo dibukukan bisa jadi seperti laskar pelangi tuh…

  6. Hai Jung… memang ada cita2 sih mau nulis buku suatu saat,doain aja biar kesampaian..hehe..

  7. waah, cerita yang sangat inspiratif, ketika menulis komentar ini saya sedang apply untuk worleyparsons indonesia, mencoba pindah dari pekerjaan yang sekarang. cerita dari bang erwin baja jadi menambah semangat, salam kenal bang. gbu.

  8. Hi Irwan,salam kenal ya..
    Tujuanku berbagi cerita tentunya buat memberi inspirasi dan motivasi buat orang lain:) Jd kalo Irwan terinspirasi karena tulisanku,saya tentu senang dan bersyukur karena tujuannya tercapai:)
    GBU too:)

  9. Hallo Opung..
    salam dari pahoppumuna dan Rotua dari Unisem (AIT) batam.. 🙂

    wah, membaca perjalanan karirnya benar-benar luar biasa nih, pung.. bagi2 tipsnya yach, apalagi aku yang bentar lagi “pulang kota”.. hehehe..
    btw, add account di FSnya yach..

    from Ma’Rot:
    Salam Damai dlm Kristus Yesus..
    btw, bang Win, penerus abang lucu banget……ye
    dang dao tubis sian bonana!! bang, jangan kirim salam terus dong…… sekali2 traktir kita makan2, atau bawa ole2 ala kanada gitu……..he..he….he….

    God bless Us All..

    salam,
    Maria Rotua Simanjuntak (Namora Sende no. 15)
    Kumar Simanjuntak (Tuan Sibadogil no.17)

  10. Horas pahompu dan Ito Rotua..
    Makasih sudah maen2 ke blognya Ompung ya..
    Tipsnya gak jauh2 dari : lakukan yang baik pasti kau akan terima buah yang baik, lalukan segala sesuatu dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan, dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya 🙂

    Khusus Ito Rotua : sudah pasti donk, masa tubis dao sian bonana..(terjemahan : air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga…atau yg sejenis ..anak macan tidak mungkin lahir dari kambing..hehehe)

    Soal traktir, bulan Oktober akhir aku pulang ke Siantar, silahkan maen ke rumah biar ditraktir pangsit Siantar..:-)

    GBU…

  11. Salam buat Siti Yusmiati kalu masih bekerja disitu!

  12. pak erwin,
    selamat pada anda & do the best for your life
    btw sekedar share aja pak atas lila-liku kerjaan saya kebetulan saya udah kerja di salah satu perusahaan kontraktor dari perancis bidang power plant yg berada di surabaya dan udah 3 tahun disini di bagian eng, tapi suatu ketika saya ingin sekali melamar ke oil & gas spt worleyparson. ironisnya banyak rekan2 kerja yg comment bahwa kalo dari energy ke oil & gas agak susah “based on your story”, trus gimana dg keinginan saya ini??
    And thank 4 your attention

  13. Halo Pak Sugeng,
    Salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya:)
    Kalau saya jadi Pak Sugeng,justru setelah baca
    bahwa orang dari manufaktur elektronik saja bisa pindah karir ke OG,apalagi orang seperti Pak Sugeng yang dari industri energy dan dengan hands on experience di engineering:) Pasti lebih nyambung dan besar peluangnya.

    Jadi,tetap semangat Pak,terus berusaha sambil tidak lupa ‘konsultasi’ dengan Yang Maha Kuasa:)

    Semoga sukses Pak..

  14. Makasih sudah mau sharing pengalamannya Pak. Sangat bermanfaat sekali buat orang lain

  15. Halo Mas Joe,
    Salam kenal dan thanks sudah berkunjung serta memberikan koment yang sangat positif:-)

    Tujuan saya berbagi cerita memang dengan harapan jadi motivasi dan memberi manfaat buat siapa saja yang membacanya 🙂

    Salam,

  16. ceritanya bagus sekali….sy bangga jg ada anak bangsa yang dapat memberi manfaat bagi warga dunia.Bagi sy sangat menginspirasi. Slamat Berjuang, Semoga kebaikan selalu menyertai bapak.

  17. lae, setiap orang sudah di gariskan jodoh, rejeki, dan maut..adakalanya rejeki.ataupun istilah orang kesuksesan dilewatkan dgn mudahnya..adakalanya harus di gapai dgn kerja keras..jika sanggup..carilah sampai di ujung dunia dan buatlah hidupmu bermanfaat bagi orang lain dan yg terpenting bersyukurlah dgn apa yg sdh di terima…salam hangat dari pulau batam

  18. Halo Mas @ Joemadil..
    Salam kenal Mas, dan terima kasih atas komentarnya 🙂 Saya turut senang kalo tujuan cerita ini tercapai yaitu untuk menginspirasi banyak orang …Tuhan berkati dan semoga segala yang baik juga selalu menyertai Mas..

    Buat Lae dan Ito (soalnya Tuan dan Nyonya) @ mr/mrs.smith… Saya pribadi berpendapat Tuhan memberikan akal budi kepada manusia tujuannya supaya manusia bisa menghasilkan dunia yang lebih baik terutama kepada sesamanya…Saya percaya yang digariskan Tuhan harusnya yang baik kepada manusia, Tuhan Maha Pengasih, gak mungkin dia menggariskan yang jelek kepada manusia. Tapi manusia harus berusaha dengan menggunakan akal budi yang diberikanNya… Salam juga dan kapan-kapan kita ngopi2 di Nagoya sambil makan martabak yang terkenal itu ya (lupa aku namanya..hehe) 🙂

  19. let me guess, Ferdinandnya dulu SMA di Budi Mulia ya?

    terus yang nomor tiga tuh kak Imelda?

    kalo bener, waaaa… dunia emang kecil ya ternyata? aku temen satu SMAnya Dinand bang 🙂

  20. Saya jadi tahu jalur yang ditempuh Bang Baja setelah membaca artikel berseri diblog ini.

    Ada usul nih Bang saya.

    Kalau blog Abang menspesialisasikan diri untuk menampilkan info tentang bekerja, dunia kerja, studi, & kehidupan imigran di Kanada menarik juga Bang sepertinya.

    Soalnya saya belum menemukan bang blog seperti diatas.

    Saya sendiri sangat butuh bang yang seperti blog seperti ini.

    Saya tidak tahu apakah ada blog lain yang sejenis. Tetapi berita-memberitakan katanya jumlah imigran Indonesia disana sangat2 kecil ya. Padahal kan Kanada tujuan yang tidak kalah menjanjikan dibanding dengan Middle-East ataupun Australia Barat (Cieee…. saya sok tau gini ya’).

    Kan dengan begitu semakin banyak manusia Indonesia yang “nyangkul” disana. Sehingga devisa negara kan juga nambah tuh. Hehehe…

    Cukup sekian dulu,
    Jadi banyak kali komen dari saya.

    Semoga memberi manfaat,

    🙂
    Salam dari tanah air,
    rahmatfirmansyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s