Category Archives: All about QMS

Mari sama-sama belajar tentang Quality Management System (QMS)…

Rubrik QMS Pindah Rumah…

Salam …

Terhitung mulai hari ini, 25 Oktober 2008, halaman Rubrik QMS di Blognya Baja resmi pindah rumah ke www.rubrikqms.wordpress.com .

Kalo orang Batak bilang, ini namanya ‘manjae’, alias memulai kehidupan sendiri lepas dari orangtua..hehe… Kalo dianggap ‘Blognya Baja’ sebagai rumah ortunya Rubrik QMS, maka sekarang Rubrik QMS punya rumah sendiri dan hidup sendiri.

Harapannya, ke depan akan lebih fokus, apalagi pembaca di Blognya Baja ternyata terpisah secara jelas antara yang memang ingin baca Rubrik QMS, dengan yang ingin baca tentang kisah-kisah si Baja… 🙂

Terima kasih buat Anda semua yang sudah pernah (dan masih) singgah di sini…Dukungan, ketertarikan dan komentar-komentar Anda yang membuat saya semangat menulis…

Sampai jumpa dengan pembaca Rubrik QMS di rumah barunya…

Salam dan Tuhan berkati,

L.Erwin Baja Simanjuntak

Iklan

QMS Tips hari ini : Mengaudit Top Management

Dalam bahasa ISO 9001:2000, Top Management adalah seorang atau sekumpulan orang yang memimpin organisasi dan berada pada posisi tertinggi di dalam struktur organisasi. Dari definisi ini saja, sudah terbayangkan bahwa melakukan audit QMS ke Top Management akan membawa beban mental tersendiri bukan saja buat internal auditor, tetapi juga buat external auditor. Baca lebih lanjut

QMS Tips hari ini : Memilih badan sertifikasi

Logo badan sertifikasiBagi organisasi yang ingin mendapatkan pengakuan dari pihak ketiga bahwa sistem manajemen mutu (sebut saja SMM) –nya telah memenuhi standard ISO 9001:2000 tentu harus melewati proses pemilihan badan sertifikasi yang kelak akan memberikan pengakuan ini dalam bentuk sertifikat ISO 9001:2000. 

Untuk lingkup Indonesia saja, banyak sekali pilihan badan sertifikasi yang saat ini beredar di industri sertifikasi SMM. Paling sedikit ada 26 badan sertifikasi SMM yang ada di Indonesia, sedikit menyebut diantaranya seperti LRQA, DNV,SGS, BVQI, BSI, SUCOFINDO, URS, TUV, dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Kegagalan penerapan ISO 9001:2000, salah siapa ?

Dari pengalaman saya selama ini terutama kala masih rutin melakukan assessment sistem mutu ke berbagai perusahaan, kegagalan penerapan ISO 9001:2000 sebenarnya sudah dimulai sejak setting awal sistem mutu di suatu perusahaan. Saya pernah ketemu satu perusahaan yang setelah menjalankan ISO , kinerja produksi dan penjualannya malah turun total. Dari yang sebelumnya beroperasi dengan 9 burner, setelah ber-ISO (dan lulus disertifikasi) malah hanya beroperasi dengan 1 burner dan tidak sanggup bersaing harga secara kompetitif dengan kompetitornya. Baca lebih lanjut