Tag Archives: adek bayi

Selamat datang di dunia, Adek Bayi…

Japanese princessFelicia..Tanggal 14 Juni 2008, pukul 08.10, bayi kecil kami, anak pertama kami, Adek bayi, akhirnya lahir ke dunia.. J Penantian panjang selama lebih dari 9 bulan akhirnya berakhir. Melalui proses bedah cesar, seorang bayi perempuan lahir ke dunia, beratnya 2850 gr, panjangnya 48 cm. Kami beri nama si cantik ini : Felicia Gabe Geraldine. Felicia nama dari Papa Mamanya, Gabe dari Bapakku (almarhum) dan Mama di Siantar, Geraldine dari Bapak / Mama mertuaku. Panggilannya : ‘Feli’.

Sekarang aku tahu kenapa semua orang tua selalu menganggap putra/i-nya lah yang tertampan / tercantik di dunia. Aku dan istriku sekarang tahu rasanya, buat kami dialah bayi tercantik di dunia, bahkan di alam semesta..hehehe Baca lebih lanjut

Iklan

MENANTI KEHADIRAN ’ADEK BAYI’

Tak terasa kehamilan istriku Ondang sudah memasuki minggu ke-35…Kehadiran anak pertama kami, si ’Adek Bayi’ sudah diambang pintu.

 

Rasanya seperti baru kemarin ketika di suatu hari Sabtu pagi kami berdua berdebat soal apakah ’garis merah’ di alat test-pack itu sudah ada dua atau belum. Soalnya waktu itu hanya satu garis yang jelas benar warna merahnya, sementara yang lain masih samar. Yang jadi perdebatan waktu itu adalah, apakah kedua garis merah harus sama-sama jelas terlihat atau boleh satu yang jelas sementara yang lain samar. Sempat nanya sana sini ke teman-teman, jawabannya juga beda-beda. Padahal kami berdua sudah sama-sama pengen punya anak, belum lagi mertua dan Mamaku yang rutin nanya apakah putri/menantunya sudah ’isi’ apa belum. Tidak ketinggalan pula saudara-saudara maupun teman-teman kami yang rutin nanya setiap ketemu atau ada kesempatan. Padahal saat itu kami baru dua bulan menikah tapi pertanyaan-pertanyaan mereka membuat kami merasa seolah sudah nikah bertahun-tahun tanpa punya anak,

 

Akhirnya kami berdua memberanikan diri pergi ke dokter spesialis kandungan di rumah sakit terdekat dari rumah kami , Graha Permata Ibu (GPI) Depok. Baca lebih lanjut

Istriku hebat sekali…

Sebelum aku menikah, hanya ada satu wanita paling hebat yang pernah aku kenal dalam hidupku, yaitu Mamaku. Soal kenapa Mamaku kuanggap hebat, akan aku bahas dalam tulisan lain soalnya bakal panjang lebar kisahnya.

Setelah aku menikah dan sebentar lagi punya anak, muncul satu lagi wanita hebat dalam hidupku. Tak lain tak bukan orangnya adalah istriku, Ondang. Kisah kehebatan Ondang yang akan aku ceritakan di bagian pertama ini karena masih ’hangat’ dengan pencapaiannya hari ini. Pagi ini (25 April 2008) Ondang lulus di depan para dosen penguji terhadap tesisnya sebagai syarat penyelesaian program magister akuntansi di UI.

Kok hebat ? Biasa aja khan…ratusan bahkan ribuan orang lain sudah melakukannya…

 

Begini kehebatannya dari sudut pandangku. Menurutku pencapaian Ondang sangat hebat karena dia melakukannya dengan kondisi sedang hamil 8 bulan!! Sebagai orang yang setiap hari bersamanya, aku tahu persis kesakitan dan masalah-masalah fisik maupun psikis yang dia alami sejak awal kehamilannya. Ini kehamilannya yang pertama, dan semua masalah ini jelas sesuatu yang baru buatnya. Wajar kalau dia dipenuhi rasa khawatir dan ketidaktahuan.

 

Semakin tua usia kehamilannya, berbagai masalah dan rasa sakit yang dia alami semakin banyak. Mulai dari kaki yang membengkak, pinggang yang sakit, nafas yang sesak, cepat lelah, perutnya yang sakit saat si bayi menendang-nendang, susah tidur, gelisah, gatal di sana sini, mual, sesak nafas, dan sebagainya. Belum lagi asma yang dimilikinya sesekali menyerang kalau dia kena pilek. Dia juga harus menanggung rasa kesepian dan bosan sendirian di rumah saat aku bekerja dari pagi sampai malam hari baru pulang. Secara psikis dia juga terbebani ketakutan soal melahirkan karena cerita teman-temannya melulu soal sakitnya melahirkan.

 

Tapi di atas semuanya itu, sejak Oktober 2007 dia giat mengerjakan tesisnya. Dengan menenteng tas laptop di bahu dan tas berat berisi buku-buku tebal dia puntang-panting antara ke kampusnya di Salemba dan ke perusahaan subject tesisnya di daerah Sudirman. Naik taksi sendirian ke Salemba lalu sorenya kembali ke kantorku di Menara Batavia untuk bersama-sama menempuh perjalanan panjang, macet dan melelahkan ke rumah kami di Depok.

Sudah sesibuk begitu, pagi-pagi subuh dia masih menyempatkan diri bangun untuk membuat sarapanku dan memasakkan makan siang yang akan aku bawa ke kantor. Terkadang saking lelahnya, dia ketiduran di pagi hari dan gak sempat siapin sarapan atau makan siangku, dan dia akan berulang-ulang minta maaf karena ini. Padahal aku sendiri sangat mengerti kalau dia kelelahan dan memang sering sengaja tidak membangunkannya di subuh hari. Meskipun aku senang sekali makan masakannya, tetapi aku lebih senang melihatnya tidur untuk memulihkan kelelahan dan jam-jam tidurnya yang hilang karena masalah susah tidur yang dialaminya sejak kehamilannya.

 

Semua itu menurutku hebat sekali. Aku bayangkan jika aku yang menjadi dirinya, dengan kehamilan plus semua kesakitan dan masalah itu, aku yakin aku tidak akan sanggup melakukan semua itu termasuk menyelesaikan tesisku.

 

Jadi…tidak ada lagi yang bisa aku katakan selain : Selamat ya Dek…kau hebat sekaliJ I love you J …Juga, I love you adek bayi J Tumbuh yang sehat dan sempurna ya Nak, Papa dan Mama sudah tidak sabar menunggumu hadir ke dunia…