Tag Archives: Bapatua

Andai dulu tidak ada yang mau nyekolahin..

Aku tidak pernah berhenti bersyukur atas fakta bahwa Tuhan sudah memakai tangan pamanku (sebagai orang Batak aku panggil beliau Bapatua, suami dari Kakak Ibuku) untuk membantu aku meneruskan sekolah dan pada akhirnya bisa menyekolahkan adik-adikku juga.

Nama beliau selalu aku ingat dengan penuh hormat dan terima kasih, Daniel Situngkir. Ya, beliau ini yang berinisiatif menyekolahkan aku saat memasuki jenjang perkuliahan hingga lulus. Inisiatif yang tidak mungkin dilakukan tanpa landasan kasih. Saudara-saudaraku dari pihak Ibu banyak yang jauh lebih kaya, tapi tidak ada yang punya inisiatif seperti yang dilakukan Bapatua. Terhadap keadaan keluarga kami yang sering ‘kembang kempis’ dan tidak akan mampu menyekolahkan anak ke jenjang kuliah, mereka semua cenderung bersikap menyalahkan… menyalahkan kenapa Ibuku menikah terlalu cepat (melangkahi semua Kakak2 dan Abang2nya, padahal Ibuku anak bungsu), menyalahkan kenapa Bapakku tidak punya pekerjaan tetap, menyalahkan kenapa punya banyak anak (kami delapan bersaudara dan aku adalah anak sulung) dan sebagainya. Aku juga tidak bisa berharap banyak kepada saudara-saudara dari pihak Bapakku, keadaan mereka juga tidak kaya-kaya amat dan mungkin sulit buat menyisihkan uang untuk membayari kuliahku. Baca lebih lanjut

Iklan