Tag Archives: ISO

Rubrik QMS Pindah Rumah…

Salam …

Terhitung mulai hari ini, 25 Oktober 2008, halaman Rubrik QMS di Blognya Baja resmi pindah rumah ke www.rubrikqms.wordpress.com .

Kalo orang Batak bilang, ini namanya ‘manjae’, alias memulai kehidupan sendiri lepas dari orangtua..hehe… Kalo dianggap ‘Blognya Baja’ sebagai rumah ortunya Rubrik QMS, maka sekarang Rubrik QMS punya rumah sendiri dan hidup sendiri.

Harapannya, ke depan akan lebih fokus, apalagi pembaca di Blognya Baja ternyata terpisah secara jelas antara yang memang ingin baca Rubrik QMS, dengan yang ingin baca tentang kisah-kisah si Baja… 🙂

Terima kasih buat Anda semua yang sudah pernah (dan masih) singgah di sini…Dukungan, ketertarikan dan komentar-komentar Anda yang membuat saya semangat menulis…

Sampai jumpa dengan pembaca Rubrik QMS di rumah barunya…

Salam dan Tuhan berkati,

L.Erwin Baja Simanjuntak

Iklan

Bekerja di negeri orang.. (bagian keempat dan terakhir)

Saat sedang di puncak karir di Volex, adik saya yang nomer 4 (Ferdinand), lulus SMA dan memutuskan berangkat ke Yogya buat menempuh kuliah. Berarti sudah tiga orang adik saya yang berada di pulau Jawa. Yang nomer dua menempuh kuliah di UGM, yang nomer tiga menempuh kuliah di IPB, dan sekarang Ferdinand juga ikut ke Yogya. Dengan Ferdinand siap masuk kuliah, mau engga mau budget expense bulanan saya tentu bertambah lagi sekitar 30%. Beda umur saya dengan adik yang nomer dua sekitar 4 tahun, jadi saat di tahun 2002 itu Ferdinand masuk kuliah, adik saya yang nomer dua masih belum bekerja. Otomatis masih saya sendiri yang sudah produktif di keluarga kami buat sokong biaya sekolah sekeluarga (buat yang sedikit bingung, silahkan baca tulisan saya dengan judul “ Andai dulu tidak ada yang mau nyekolahin “).

 

Sebagaimana perusahaan manufacturing pada umumnya, tentu kenaikan gaji tahunan ada di average 15%, maksimal 20%. Jadi kalau mau kenaikan 30%, saya mau engga mau kembali  cari-cari kerjaan baru, plus dengan tambahan niat pindah ke Jakarta. Dengan berada di Jakarta, saya bisa lebih dekat dengan ketiga adik2 saya, sehingga kalau ada apa-apa saya bisa lebih gampang aksesnya.

 

Baca lebih lanjut

Bekerja di negeri orang .. (bagian ketiga)

Di luar dugaan saya, calon employer saya di Kanada ternyata sangat pengertian. Mereka bisa saja dengan mudah bilang ‘take it or leave it’, tetapi sebaliknya mereka malah sangat mendukung pentingnya saya hadir menemani istri saat melahirkan dan beberapa saat sesudahnya. Lega rasanya hati ini saat mendapatkan persetujuan pengunduran jadwal keberangkatan ke bulan Juli 2008.

 

Saya secepatnya memulai proses pengurusan izin kerja, soalnya kata teman2 bisa makan waktu antara 3 minggu sampai 1 bulan. Untuk kasus saya, mungkin karena merupakan transfer ke group perusahaan yang sama, prosesnya lumayan cepat. Saya hitung-hitung sejak saat masukin dokumen sampai keluarnya visa kerja, cuma makan waktu sekitar 2 minggu.

 

Proses yang makan waktu lebih lama ternyata proses mencari pengganti (sedikit ironis juga, padahal katanya di Indonesia banyak sekali pencari kerja ..). Dari sekian banyak CV yang masuk, hanya ada sekitar 6 orang yang dianggap layak buat interview (setelah kira2 1.5 bulan proses cari CV !!). Selanjutnya proses interview yang makan waktu kira2 2 minggu. Dari 6 yang diinterview, 4 dikategorikan ‘waste of time’ oleh Boss saya di Regional. Hanya dua orang yang dikategorikan boleh dipertimbangkan. Milih satu dari antara dua juga proses yang panjang, kira-kira 2 minggu, belum lagi offering, mobilisasi, dan hand-over ..

 

Kalau saya flash back perjalanan karir saya, saya yakin memang sudah diatur Yang Maha Kuasa sehingga jalannya seperti yang saya alami sekarang. Mungkin kalau saya dulu ngotot berpindah karir, bisa jadi karir saya masih begitu2 saja…

 

Saya lulus sebagai Chemical Engineer dari Teknik Kimia ITB, tetapi sejak pertama kerja saya tidak pernah menjadi process engineer atau sejenisnya. Sejak pekerjaan pertama, saya sudah ditugaskan menangani urusan quality. Baca lebih lanjut

QMS Tips hari ini : Mengaudit Top Management

Dalam bahasa ISO 9001:2000, Top Management adalah seorang atau sekumpulan orang yang memimpin organisasi dan berada pada posisi tertinggi di dalam struktur organisasi. Dari definisi ini saja, sudah terbayangkan bahwa melakukan audit QMS ke Top Management akan membawa beban mental tersendiri bukan saja buat internal auditor, tetapi juga buat external auditor. Baca lebih lanjut

QMS Tips hari ini : Memilih badan sertifikasi

Logo badan sertifikasiBagi organisasi yang ingin mendapatkan pengakuan dari pihak ketiga bahwa sistem manajemen mutu (sebut saja SMM) –nya telah memenuhi standard ISO 9001:2000 tentu harus melewati proses pemilihan badan sertifikasi yang kelak akan memberikan pengakuan ini dalam bentuk sertifikat ISO 9001:2000. 

Untuk lingkup Indonesia saja, banyak sekali pilihan badan sertifikasi yang saat ini beredar di industri sertifikasi SMM. Paling sedikit ada 26 badan sertifikasi SMM yang ada di Indonesia, sedikit menyebut diantaranya seperti LRQA, DNV,SGS, BVQI, BSI, SUCOFINDO, URS, TUV, dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Kegagalan penerapan ISO 9001:2000, salah siapa ?

Dari pengalaman saya selama ini terutama kala masih rutin melakukan assessment sistem mutu ke berbagai perusahaan, kegagalan penerapan ISO 9001:2000 sebenarnya sudah dimulai sejak setting awal sistem mutu di suatu perusahaan. Saya pernah ketemu satu perusahaan yang setelah menjalankan ISO , kinerja produksi dan penjualannya malah turun total. Dari yang sebelumnya beroperasi dengan 9 burner, setelah ber-ISO (dan lulus disertifikasi) malah hanya beroperasi dengan 1 burner dan tidak sanggup bersaing harga secara kompetitif dengan kompetitornya. Baca lebih lanjut