Tag Archives: Kanada

Pemalak dan peminta-minta ala Edmonton..

p21705142Buat yang sering naik kendaraan umum di Jakarta (utamanya Metromini dan Bis kota), tentu pernah atau malah sering ketemu dengan ‘Abang-Abang’ atau ‘Bapak-Bapak’ yang membawa secarik kertas untuk kemudian ditunjukkan sesudah kendaraan umum melaju. Biasanya mereka akan maju ke depan, ke daerah di dekat kursi pengemudi dan menunjukkan kertas tersebut sambil bercerita, entah itu tentang baru di PHK, atau tentang anaknya yang sedang sakit dan harus ditebus dari RS, atau bahkan baru keluar dari penjara.

 

Umumnya di akhir cerita, si Abang-Abang atau Bapak-Bapak ini kemudian menutup dengan perkataan sejenis ini : ‘saya minta perhatian dan sumbangan dari Bapak, Ibu, saudara-saudari sekalian, daripada saya merampok …”. Ditambah dengan tampang si pencerita yang umumnya sangar plus tato di anggota tubuh maka lengkaplah ‘pemerasaan’ atau ‘pemalakan’ halus tersebut. Penumpang yang udah keder duluan biasanya tanpa banyak cing cong akan memasukkan uang 500 atau 1000 rupiah ke dalam kantong plastik (umumnya bekas bungkus permen) yang diedarkan si Abang-Abang / Bapak-Bapak itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Bekerja di negeri orang .. (bagian ketiga)

Di luar dugaan saya, calon employer saya di Kanada ternyata sangat pengertian. Mereka bisa saja dengan mudah bilang ‘take it or leave it’, tetapi sebaliknya mereka malah sangat mendukung pentingnya saya hadir menemani istri saat melahirkan dan beberapa saat sesudahnya. Lega rasanya hati ini saat mendapatkan persetujuan pengunduran jadwal keberangkatan ke bulan Juli 2008.

 

Saya secepatnya memulai proses pengurusan izin kerja, soalnya kata teman2 bisa makan waktu antara 3 minggu sampai 1 bulan. Untuk kasus saya, mungkin karena merupakan transfer ke group perusahaan yang sama, prosesnya lumayan cepat. Saya hitung-hitung sejak saat masukin dokumen sampai keluarnya visa kerja, cuma makan waktu sekitar 2 minggu.

 

Proses yang makan waktu lebih lama ternyata proses mencari pengganti (sedikit ironis juga, padahal katanya di Indonesia banyak sekali pencari kerja ..). Dari sekian banyak CV yang masuk, hanya ada sekitar 6 orang yang dianggap layak buat interview (setelah kira2 1.5 bulan proses cari CV !!). Selanjutnya proses interview yang makan waktu kira2 2 minggu. Dari 6 yang diinterview, 4 dikategorikan ‘waste of time’ oleh Boss saya di Regional. Hanya dua orang yang dikategorikan boleh dipertimbangkan. Milih satu dari antara dua juga proses yang panjang, kira-kira 2 minggu, belum lagi offering, mobilisasi, dan hand-over ..

 

Kalau saya flash back perjalanan karir saya, saya yakin memang sudah diatur Yang Maha Kuasa sehingga jalannya seperti yang saya alami sekarang. Mungkin kalau saya dulu ngotot berpindah karir, bisa jadi karir saya masih begitu2 saja…

 

Saya lulus sebagai Chemical Engineer dari Teknik Kimia ITB, tetapi sejak pertama kerja saya tidak pernah menjadi process engineer atau sejenisnya. Sejak pekerjaan pertama, saya sudah ditugaskan menangani urusan quality. Baca lebih lanjut

Bekerja di negeri orang.. (bagian kedua)

Perjalanan panjang dari Jakarta menuju Edmonton akhirnya berujung pada tanggal 14 Juli 2008 jam 20.10 waktu Edmonton. Saya berangkat jam 08.40 pagi dari Jakarta di tanggal yang sama, dan setelah menempuh kira-kira 24 jam perjalanan (termasuk total sekitar 6 jam transit di Hongkong dan Vancouver) , mendarat di kota ini masih di tanggal yang sama.. (Jakarta saat itu tentu sudah tanggal 15 Juli 2008, kira-kira jam 7.20 pagi).

 

Akhir perjalanan ini sekaligus awal dari babak baru dalam perjalanan karir saya, yaitu bekerja penuh waktu di negeri orang. Saya sekarang menjadi salah satu dari ribuan TKI yang tersebar di seluruh dunia.

 

Sejak lama, keinginan untuk merasakan hidup di negeri orang (entah bekerja atau melanjutkan sekolah) sudah jadi salah satu target dalam hidup saya. Terlebih sejak saya mulai mengenal ‘dunia lain’ itu sepanjang perjalanan karir saya selama ini.

 

Meski kedengarannya klise, tapi benar saya alami sendiri apa yang saya percaya selama ini bahwa : semua akan indah pada waktunya. Sebelum akhirnya saya mendarat jadi TKI di negeri orang, entah sudah berapa kali saya ‘nyaris’ sampai di sana, tetapi selalu saja ada halangannya.

 

Baca lebih lanjut

Bekerja di negeri orang.. (bagian pertama)

Tinggal menghitung hari…tepatnya tanggal 14 Juli saya akan berangkat ke Kanada, untuk memulai babak baru dalam karir saya, yaitu bekerja di negeri orang, nun jauh di sebuah kota bernama Edmonton..

 

Saat semuanya ini masih belum terwujud – bahkan saat sudah terwujud tetapi masih lama hari-H buat berangkat – saya begitu ‘excited’ untuk menjalaninya.  Tetapi sekarang, menjelang keberangkatan, berbagai rasa campur aduk menjadi satu. Baca lebih lanjut