Tag Archives: Quality

AKU ORANG INDONESIA !!

merah-putihDari seluruh karyawan Colt WorleyParsons Edmonton, Canada yang jumlahnya sekarang kira-kira 2000an orang, hanya ada 2 (dua) orang karyawan berkebangsaan Indonesia. Saya dan seorang teman saya, Pak Sugeng Pariono, seorang Process Engineer.

 

Dibandingkan karyawan expat lainnya terutama yang berkebangsaan India, Philippine, China, dan Iran, maka jumlah dua orang Indonesia ini sungguh amat tidak significant. Karyawan berkebangsaan Rusia, Venezuela dan lain-lainnya malah masih jauh lebih banyak daripada bangsa Indonesia. Baca lebih lanjut

Iklan

Bekerja di negeri orang .. (bagian ketiga)

Di luar dugaan saya, calon employer saya di Kanada ternyata sangat pengertian. Mereka bisa saja dengan mudah bilang ‘take it or leave it’, tetapi sebaliknya mereka malah sangat mendukung pentingnya saya hadir menemani istri saat melahirkan dan beberapa saat sesudahnya. Lega rasanya hati ini saat mendapatkan persetujuan pengunduran jadwal keberangkatan ke bulan Juli 2008.

 

Saya secepatnya memulai proses pengurusan izin kerja, soalnya kata teman2 bisa makan waktu antara 3 minggu sampai 1 bulan. Untuk kasus saya, mungkin karena merupakan transfer ke group perusahaan yang sama, prosesnya lumayan cepat. Saya hitung-hitung sejak saat masukin dokumen sampai keluarnya visa kerja, cuma makan waktu sekitar 2 minggu.

 

Proses yang makan waktu lebih lama ternyata proses mencari pengganti (sedikit ironis juga, padahal katanya di Indonesia banyak sekali pencari kerja ..). Dari sekian banyak CV yang masuk, hanya ada sekitar 6 orang yang dianggap layak buat interview (setelah kira2 1.5 bulan proses cari CV !!). Selanjutnya proses interview yang makan waktu kira2 2 minggu. Dari 6 yang diinterview, 4 dikategorikan ‘waste of time’ oleh Boss saya di Regional. Hanya dua orang yang dikategorikan boleh dipertimbangkan. Milih satu dari antara dua juga proses yang panjang, kira-kira 2 minggu, belum lagi offering, mobilisasi, dan hand-over ..

 

Kalau saya flash back perjalanan karir saya, saya yakin memang sudah diatur Yang Maha Kuasa sehingga jalannya seperti yang saya alami sekarang. Mungkin kalau saya dulu ngotot berpindah karir, bisa jadi karir saya masih begitu2 saja…

 

Saya lulus sebagai Chemical Engineer dari Teknik Kimia ITB, tetapi sejak pertama kerja saya tidak pernah menjadi process engineer atau sejenisnya. Sejak pekerjaan pertama, saya sudah ditugaskan menangani urusan quality. Baca lebih lanjut